Loading...
Jl. Karyawan Ujung, Sidomulyo Barat, Pekanbaru
xxxxxxxxx

Policy Brief: Strategi Ketahanan Pangan Riau: Membangun Sistem Pangan Terintegrasi Berbasis Food Hub

Policy Brief: Strategi Ketahanan Pangan Riau: Membangun Sistem Pangan Terintegrasi Berbasis Food Hub

Apakah Provinsi Riau benar-benar kekurangan sumber daya pangan? Fakta menunjukkan sebaliknya. Lahan tidur yang luas, potensi pertanian signifikan, hingga anggaran pemerintah yang dialokasikan untuk pangan tersedia. Namun, ironi terjadi: Riau masih terus bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. Mengapa?

Policy Brief dengan judul "Strategi Ketahanan Pangan Riau: Membangun Sistem Pangan Terintegrasi Berbasis Food Hub" ini mengupas tuntas akar masalah yang sebenarnya. Bukan kelangkaan sumber daya, melainkan kegagalan kelembagaan dan distorsi pasar yang sistemik—seperti dominasi tengkulak, lemahnya posisi tawar petani, fragmentasi logistik, dan asimetri informasi—menjadi penyebab utama rapuhnya ketahanan pangan di Bumi Lancang Kuning.

Dokumen ini tidak hanya berhenti pada diagnosis. Ia menawarkan sebuah lompatan strategis: pendekatan sistem pangan terintegrasi berbasis Food Hub. Sebuah institusi yang dirancang untuk mengoreksi kegagalan pasar, menjadi jembatan antara petani dan konsumen, serta menstabilkan harga secara cerdas—bukan sekadar proyek reaktif, melainkan perubahan struktural berkelanjutan.

Melalui pengelolaan oleh BUMD, penerapan kontrak berjangka, transparansi informasi real-time, hingga penguatan logistik terpadu, kebijakan ini menggeser paradigma dari pendekatan parsial menuju tata kelola yang holistik, adil, dan berketahanan.

Kami mengajak Anda—para pembuat kebijakan, akademisi, praktisi pembangunan, dan seluruh pemangku kepentingan—untuk menyelami secara mendalam analisis filosofis, sosiologis, yuridis, serta rekomendasi konkret dalam policy brief ini. Karena membangun ketahanan pangan Riau tidak cukup dengan proyek musiman, tetapi dengan merancang ulang institusi pasar itu sendiri. Download Policy Brief Ketahanan Pangan